Rabu, 09 November 2011

Kanker Yang Berkembang Progresif


Jika menemukan benjolan di kanan atau kiri leher, ketiak atau lipatan paha, yang disentuh sakit. Atau berat badan turun 10 kilogram dalam waktu enam bulan. Waspadalah, bisa jadi, merupakan gejala awal limfoma.

Limfoma merupakan kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Sel limfosit ini seharusnya mengalami tahapan, dari sel yang masih muda, setengah matang hingga matang.

Karena satu dan lain hal, entah virus, kelainan genetik dan sebagainya, proses pematangan bisa jadi tidak sampai tuntas. Misalnya hanya sampai tahap setengah matang. Tak berhenti di situ, sel yang setengah matang ini kemudian berkembang biak dan berakibat sel abnormal menjadi ganas.

Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas ini dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh, termasuk kelenjar getah bening, limfa, sumsum tulang, darah dan organ lainnya. Adapun pada bagian tertentu, dapat timbul benjolan tadi.
Ada empat kemungkinan menjadi penyebab, antara lain faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus atau bakteria dan toksin lingkungan–herbisida, pengawet dan pewarna kimia.

Fatal dalam Waktu 6 Bulan

Kelenjar getah bening berfungsi sebagai perangkap kecil bagi kuman-kuman yang masuk dan menyerang tubuh. Kelenjar getah bening terdapat di beberapa bagian tubuh seperti leher, ketiak, dan daerah lipatan paha.

Terjadinya perubahan menuju keganasan dari kelenjer getah bening sampai menjadi kanker, sejauh ini belum diketahui penyebabnya. Namun banyak ahli mengatakan bahwa penyakit ini adalah sejenis virus yang menyerang system limfatik dan imunitas tubuh, sehingga kanker ini disebut Limfoma (kanker getah bening) yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya.

Pada deteksi limfoma agresif, kondisi kanker itu cepat tumbuh dan menyebar dalam tubuh. Bila dibiarkan tanpa pengobatan, dapat fatal akibatnya dalam kurun waktu enam bulan.


Sedangkan angka harapan hidup rata-rata lima tahun dengan sekitar 30-40 persen sembuh. Akan tetapi, bagi pasien yang terdiagnosis dini dan langsung diobati, lebih mungkin meraih remisi sempurna dan jarang mengalami kekambuhan.

Penyakit ini patut diwaspadai lantaran risiko yang diakibatkan terbilang bisa sangat serius. Sayangnya, sekitar tiga perempat atau 74 persen penduduk dunia tidak mengetahui bahwa limfoma adalah salah satu jenis kanker. Sementara kurang dari setengah populasi dunia, tidak mengetahui apapun tentang limfoma.

Jangan datang Terlambat

Saat ini tercatat lebih dari 1,5 juta orang penderita limfoma di seluruh dunia. Adapun setiap tahunnya, sebanyak 300 ribu orang meninggal karenanya. Angka kejadiannya juga meningkat 80 persen dalam periode 1970 sampai 1990.

Sedangkan limfoma bukan Hodgkin (Limfoma maligna) merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya. Kanker getah bening jenis ini lebih sering terjadi pada pria, sedikit pada wanita dan anak, dan banyak ditemukan pada usia 50 tahun.

Penyakit keganasan pada kelenjer getah bening ini terutama jenis limfoma maligna memberikan gejala seperti terjadinya pembesaran kelenjer getah bening/limfonodus. Terjadinya pembesaran tonsil dan kelenjer edenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya berwarna kemerahan, demam, suhu badan naik, berkeringat pada malam hari, badan menjadi lemas, dan diikuti dengan penurunan berat badan.

Banyak para penderita Limfoma maligna yang datang berobat setelah kanker yang dideritanya sudah melakukan invasi (metatase) ke daerah sekitarnya. Semakin berkembangnya penyakit, sel-sel yang abnormal menyebar ke kelenjer getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang organ lainnya, termasuk paru-paru, hati, dan organ-organ andominal. Sehingga pada kondisi ini sel kankernya menjadi labih sulit untuk diberantas.

Pada kondisi yang demikian, biasanya pengobat juga menganjurkan pengobatan dikombinasikan dengan cara medis yaitu dengan penyinaran radioaktif yang disertai dengan mengkonsumsi ramuan herbal untuk pembunuh sel serta virus dari kanker tersebut.

Lebih dini diketemukan, yakni pada stadium satu, maka akan lebih mudah pengobatannya dan responnya akan lebih baik. Biasanya pengobatan yang utama adalah dengan pengobatan sistemik, berupa infus dan suntikan, sehingga memungkinkan obat beredar ke seluruh tubuh.

Tingkatan Limfoma

  • Stadium pertama ditandai adanya benjolan di leher.

  • Stadium dua benjolan di kiri kanan leher.

  • Stadium tiga jika sudah melewati diagfragma yang menyebabkan limfa (kelenjar getah bening) membesar.

Adakah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini? karena sampai saat ini penyebab pasti dari limfoma belum diketahui, maka upaya yang dapat dilakukan adalah menghindari atau menurunkan faktor risiko, yaitu menjaga kebersihan diri dan lingkungan dari infeksi virus, bakteri, jamur, maupun parasit, menjauhkan diri dari paparan toksin (racun) lingkungan, menghentikan kebiasaan merokok, serta sebisa mungkin tidak mengonsumsi bahan-bahan atau makanan yang bisa memunculkan zat karsinogenik (pemicu kanker) di dalam tubuh.

Sumber : Berbagai Sumber

Sabtu, 11 Juni 2011

Implan Payudara Berisiko Kanker


ADA baiknya yang ingin mengikuti prosedur implantasi payudara berpikir ulang setelah badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) mengatakan Rabu (26/1) implan payudara dapat dikaitkan dengan risiko tinggi untuk kanker langka.

Meski buktinya belum terlalu kuat, semakin banyak kasus yang telah dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir, kata FDA.

Menurut FDA, implan payudara baik dengan silikon maupun salin dapat dikaitkan dengan limfoma sel besar anaplastik (anaplastic large cell lymphoma/ALCL), yang bisa berkembang di dalam jaringan parut yang ditinggalkan oleh prosedur implan.

Tapi ahli mengatakan, risiko absolut bagi semua wanita mungkin akan sangat rendah.

"Limfoma adalah kanker yang melibatkan sel-sel sistem kekebalan tubuh dan ALCL adalah jenis limfoma yang sangat langka," kata Dr. William Maisel, kepala peneliti dan wakil direktur bidang ilmu pengetahuan di Center for Devices and Radiological Health di FDA.

"FDA berpendapat bahwa perempuan dengan implan payudara mungkin memiliki risiko kecil untuk pengembangan ALCL, tetapi risiko ini akan meningkat," katanya.

Hanya sekitar satu dari setiap 500.000 wanita Amerika didiagnosis dengan ALCL setiap tahun, tapi ALCL pada payudara bahkan lebih jarang, yakni terjadi pada tiga dari setiap 100 juta orang di Amerika Serikat.

"Dan yang perlu diketahui bahwa ALCL pada payudara tidak sama seperti kanker payudara," imbuhnya.

Dari 5 juta hingga 10 juta wanita di seluruh dunia yang menjalani implantasi payudara, FDA mensinyalir ada sekitar 60 kasus ALCL. Tetapi angka itu sulit untuk diverifikasi, karena beberapa kasus mungkin telah diduplikasi dalam laporan terpisah.

FDA meminta dokter untuk melaporkan setiap kasus ALCL, dan untuk pembuat implan agar memperbarui pelabelan dan informasi lainnya untuk memberitahu dokter maupun pasien mengenai potensi kenaikan risiko ALCL.

Keputusan FDA ini juga didasarkan pada penelitian yang diterbitkan 1997-2010 yang mengidentifikasi 34 kasus ALCL di antara perempuan baik yang memiliki implan silikon atau salin di seluruh dunia.

Di antara kasus-kasus itu, 24 kasus terkait dengan implan silikon, tujuh untuk implan salin dan jenis implan di tiga kasus sisanya belum diketahui, menurut FDA. Selain itu, 19 prosedur implantasi dilakukan untuk alasan kosmetik dan 11 digunakan dalam prosedur rekonstruktif. Sementara alasan untuk empat prosedur lainnya tidak diketahui.

Mayoritas kasus yang dicatat FDA ketika wanita pergi ke dokter biasanya mengeluhkan gejala seperti nyeri, benjolan, bengkak atau anomali dalam payudara mereka. Gejala ini sebagai akibat dari cairan, pengerasan daerah payudara di sekitar implan, atau massa sekitar implan payudara," kata lembaga itu. ALCL dapat diketahui dengan menguji cairan dan area di sekitar implan.

Gejala ALCL dapat berkembang dari satu sampai 23 tahun setelah seorang wanita mendapatkan implan payudara, menurut FDA.

"Perempuan dengan implan payudara yang tidak menunjukkan gejala atau masalah, tetap rutin memeriksakan diri," kata Maisel. "Dokter harus mempertimbangkan kemungkinan ALCL jika pasien mengalami keluhan di akhir pemeriksaan lanjutan dan cairan terus-menerus keluar di sekitar implan," tambahnya.

"Perempuan harus memantau implan mereka dan melaporkan setiap terjadi perubahan, terutama yang terjadi setelah implan payudara sembuh sepenuhnya," kata Maisel.

ALCL biasanya diobati dengan kemoterapi dan radiasi, dan kadang-kadang operasi, Maisel mencatat

Selasa, 19 April 2011

Waspadai Penyakit Hodgkins Pada Anak-anak


Mungkin tidak banyak yang tahu mengenai penyakit Hodgkins, tapi penyakit ini sering menerpa anak-anak. Kekebalan tubuh sangat diperlukan untuk melawan infeksi, sehingga penyakit ini seringkali mengekang kebebasan penderitanya.

Penyakit Hodgkins adalah salah satu jenis limfoma, yaitu kanker dari sistem limfatik dan merupakan jenis kanker ketiga yang paling umum menyerang anak-anak dan remaja usia 10-14 tahun. Meski demikian penyakit ini masih sangat jarang ditemui.

Sistem limfatik adalah suatu sistem dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi dan menjaga tubuh agar tetap sehat. Sistem ini terdiri dari amandel, limpa, sumsum tulang dan rantai kelenjar getah bening. Limfoma biasanya dimulai dalam sel-sel dari sistem getah bening itu sendiri.

Dinamai penyakit Hodgkins karena ada seorang dokter bernama Dr Thomas Hodgkin yang menggambarkan beberapa kasus kanker getah bening di dalam sistem limfatik pada tahun 1832.

Seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis (18/3/2010) hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab Hodgkins limfoma. Namun ada dua jenis penyakit Hodgkins yang utama yaitu klasik dan nodular dominan limfoma Hodgkin. Rata-rata orang mengembangkan penyakit Hodgkin klasik yang memiliki empat subtipe yaitu nodular sclerosing Hodgkin, mixied cellularity Hodgkin, lymphocyte depleted Hodgkin dan lymphocyte-rich classical Hodgkin.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah demam, kelenjar membengkak yang terlihat seperti benjolan di leher atau daerah pangkal paha, mudah lelah, berkeringat banyak di malam hari, berat badan menurun tanpa usaha apapun, batuk, nyeri dada dan kesulitan bernapas. Namun pada anak-anak gejala yang timbul seringkali hanya berupa benjolan.

Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa dan mayoritas penderitanya adalah laki-laki. Faktor risiko lainnya adalah orang yang pernah terkena virus Epstein-Barr seperti infeksi mononucleosis, cenderung lebih mudah terkena penyakit Hodgkin.

Untuk mendiagnosis penyakit ini dilakukan beberapa tes seperti tes darah, rontgen dan CT scan untuk melihat kondisi kelenjar getah bening dan limpa. Selain itu dokter juga akan melakukan biopsi jaringan kelenjar getah bening untuk dianalisa dengan mikroskop.

Pengobatan untuk penyakit ini tergantung dari stadium yang dideritanya, faktor lain yang mendukung adalah usia, gejala yang timbul serta riwayat kesehatannya. Sekitar 95 persen pasien Hodgkin stadium 1 dan 2 bisa sembuh. Perawatan yang diberikan bisa berupa kemoterapi saja atau kombinasi dengan radioterapi.

Untuk mencapai kesembuhan diperlukan pengobatan yang konsisten dan mengurangi beberapa kegiatan seperti sekolah dirumah atau tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler apapun. Sehingga anak-anak yang memiliki penyakit ini diharuskan untuk lebih banyak berada di rumah. Hal ini berguna untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjadinya infeksi dan cedera.


Rabu, 30 Maret 2011

Waspadai Benjolan di Leher, Ketiak atau Pangkal Paha!


Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh, termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun organ lain.

Ada dua jenis kanker sistem limfotik yaitu penyakit hodgkin dan limfoma non-hodgkin (NHL). Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah sekelompok penyakit keganasan yang berkaitan dan mengenai sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker.

Cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibodi yang memusnahkan bakteri.

.

Gejala

Gejala dan penyakit kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha.

Pembengkakan kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan secara drastis, rasa lelah yang terus menerus, batuk-batuk dan sesak napas, gatal-gatal, demam tanpa sebab dan berkeringat malam hari.

Seringkali penderita tidak menunjukkan gejala khas hanya memiliki semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Benjolan ini jika ditekan TIDAK TERASA SAKIT, berbeda dengan lymphadentis yang akan terasa sakit jika ditekan. Karena tidak ada keluhan khas banyak pasien baru berobat saat masuk stadium lanjut sehingga sel kanker sudah menyebar dan sulit diangkat dengan operasi.

.

Diagnosis

Jika Anda mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening atau gejala lain yang menandakan limfoma non-Hodgkin, maka dokter harus mencari tahu apakah gejala tersebut berasal dari kanker atau penyakit yang lain. Anda akan diminta menjalankan tes darah dan prosedur diagnostik berikut:

Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak dan selangkangan Anda. Dokter juga akan memeriksa limpa dan hati Anda untuk memastikan apakah ada pembengkakan.

Tes darah: Laboratorium akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel-sel darah. Laboratorium juga akan memeriksa zat-zat lain, seperti Lactate dehydrogenase (LDH). Limfoma menyebabkan tingkat LDH yang tinggi.

Sinar X untuk dada: Anda perlu menjalani sinar X untuk memeriksa kelenjar getah bening yang bengkak atau tanda-tanda penyakit lain di dada Anda.

Biopsi: Dokter akan mengambil jaringan untuk mencari sel-sel limfoma. Biopsi adalah satu-satunya cara terbaik untuk mendiagnosis limfoma. Dokter bisa mengangkat seluruh kelenjar getah bening (biopsi eksisi) atau hanya sebagian kelenjar getah bening (biopsi insisional). Dokter patologi akan memeriksa jaringan sel-sel limfoma dengan menggunakan mikroskop.