Tampilkan postingan dengan label Sistem Limfatik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Limfatik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2011

Waspadai Penyakit Hodgkins Pada Anak-anak


Mungkin tidak banyak yang tahu mengenai penyakit Hodgkins, tapi penyakit ini sering menerpa anak-anak. Kekebalan tubuh sangat diperlukan untuk melawan infeksi, sehingga penyakit ini seringkali mengekang kebebasan penderitanya.

Penyakit Hodgkins adalah salah satu jenis limfoma, yaitu kanker dari sistem limfatik dan merupakan jenis kanker ketiga yang paling umum menyerang anak-anak dan remaja usia 10-14 tahun. Meski demikian penyakit ini masih sangat jarang ditemui.

Sistem limfatik adalah suatu sistem dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi dan menjaga tubuh agar tetap sehat. Sistem ini terdiri dari amandel, limpa, sumsum tulang dan rantai kelenjar getah bening. Limfoma biasanya dimulai dalam sel-sel dari sistem getah bening itu sendiri.

Dinamai penyakit Hodgkins karena ada seorang dokter bernama Dr Thomas Hodgkin yang menggambarkan beberapa kasus kanker getah bening di dalam sistem limfatik pada tahun 1832.

Seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis (18/3/2010) hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab Hodgkins limfoma. Namun ada dua jenis penyakit Hodgkins yang utama yaitu klasik dan nodular dominan limfoma Hodgkin. Rata-rata orang mengembangkan penyakit Hodgkin klasik yang memiliki empat subtipe yaitu nodular sclerosing Hodgkin, mixied cellularity Hodgkin, lymphocyte depleted Hodgkin dan lymphocyte-rich classical Hodgkin.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah demam, kelenjar membengkak yang terlihat seperti benjolan di leher atau daerah pangkal paha, mudah lelah, berkeringat banyak di malam hari, berat badan menurun tanpa usaha apapun, batuk, nyeri dada dan kesulitan bernapas. Namun pada anak-anak gejala yang timbul seringkali hanya berupa benjolan.

Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa dan mayoritas penderitanya adalah laki-laki. Faktor risiko lainnya adalah orang yang pernah terkena virus Epstein-Barr seperti infeksi mononucleosis, cenderung lebih mudah terkena penyakit Hodgkin.

Untuk mendiagnosis penyakit ini dilakukan beberapa tes seperti tes darah, rontgen dan CT scan untuk melihat kondisi kelenjar getah bening dan limpa. Selain itu dokter juga akan melakukan biopsi jaringan kelenjar getah bening untuk dianalisa dengan mikroskop.

Pengobatan untuk penyakit ini tergantung dari stadium yang dideritanya, faktor lain yang mendukung adalah usia, gejala yang timbul serta riwayat kesehatannya. Sekitar 95 persen pasien Hodgkin stadium 1 dan 2 bisa sembuh. Perawatan yang diberikan bisa berupa kemoterapi saja atau kombinasi dengan radioterapi.

Untuk mencapai kesembuhan diperlukan pengobatan yang konsisten dan mengurangi beberapa kegiatan seperti sekolah dirumah atau tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler apapun. Sehingga anak-anak yang memiliki penyakit ini diharuskan untuk lebih banyak berada di rumah. Hal ini berguna untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjadinya infeksi dan cedera.


Rabu, 30 Maret 2011

Waspadai Benjolan di Leher, Ketiak atau Pangkal Paha!


Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh, termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun organ lain.

Ada dua jenis kanker sistem limfotik yaitu penyakit hodgkin dan limfoma non-hodgkin (NHL). Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah sekelompok penyakit keganasan yang berkaitan dan mengenai sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker.

Cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibodi yang memusnahkan bakteri.

.

Gejala

Gejala dan penyakit kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha.

Pembengkakan kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan secara drastis, rasa lelah yang terus menerus, batuk-batuk dan sesak napas, gatal-gatal, demam tanpa sebab dan berkeringat malam hari.

Seringkali penderita tidak menunjukkan gejala khas hanya memiliki semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Benjolan ini jika ditekan TIDAK TERASA SAKIT, berbeda dengan lymphadentis yang akan terasa sakit jika ditekan. Karena tidak ada keluhan khas banyak pasien baru berobat saat masuk stadium lanjut sehingga sel kanker sudah menyebar dan sulit diangkat dengan operasi.

.

Diagnosis

Jika Anda mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening atau gejala lain yang menandakan limfoma non-Hodgkin, maka dokter harus mencari tahu apakah gejala tersebut berasal dari kanker atau penyakit yang lain. Anda akan diminta menjalankan tes darah dan prosedur diagnostik berikut:

Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak dan selangkangan Anda. Dokter juga akan memeriksa limpa dan hati Anda untuk memastikan apakah ada pembengkakan.

Tes darah: Laboratorium akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel-sel darah. Laboratorium juga akan memeriksa zat-zat lain, seperti Lactate dehydrogenase (LDH). Limfoma menyebabkan tingkat LDH yang tinggi.

Sinar X untuk dada: Anda perlu menjalani sinar X untuk memeriksa kelenjar getah bening yang bengkak atau tanda-tanda penyakit lain di dada Anda.

Biopsi: Dokter akan mengambil jaringan untuk mencari sel-sel limfoma. Biopsi adalah satu-satunya cara terbaik untuk mendiagnosis limfoma. Dokter bisa mengangkat seluruh kelenjar getah bening (biopsi eksisi) atau hanya sebagian kelenjar getah bening (biopsi insisional). Dokter patologi akan memeriksa jaringan sel-sel limfoma dengan menggunakan mikroskop.