Tampilkan postingan dengan label kanker kelenjar getah bening. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker kelenjar getah bening. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2011

Waspadai Benjolan di Leher, Ketiak atau Pangkal Paha!


Limfoma adalah kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh, termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun organ lain.

Ada dua jenis kanker sistem limfotik yaitu penyakit hodgkin dan limfoma non-hodgkin (NHL). Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah sekelompok penyakit keganasan yang berkaitan dan mengenai sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker.

Cairan limfatik adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu sel B dan T. Sel B berfungsi membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan membuat antibodi yang memusnahkan bakteri.

.

Gejala

Gejala dan penyakit kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha.

Pembengkakan kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala penurunan berat badan secara drastis, rasa lelah yang terus menerus, batuk-batuk dan sesak napas, gatal-gatal, demam tanpa sebab dan berkeringat malam hari.

Seringkali penderita tidak menunjukkan gejala khas hanya memiliki semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Benjolan ini jika ditekan TIDAK TERASA SAKIT, berbeda dengan lymphadentis yang akan terasa sakit jika ditekan. Karena tidak ada keluhan khas banyak pasien baru berobat saat masuk stadium lanjut sehingga sel kanker sudah menyebar dan sulit diangkat dengan operasi.

.

Diagnosis

Jika Anda mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening atau gejala lain yang menandakan limfoma non-Hodgkin, maka dokter harus mencari tahu apakah gejala tersebut berasal dari kanker atau penyakit yang lain. Anda akan diminta menjalankan tes darah dan prosedur diagnostik berikut:

Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak dan selangkangan Anda. Dokter juga akan memeriksa limpa dan hati Anda untuk memastikan apakah ada pembengkakan.

Tes darah: Laboratorium akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel-sel darah. Laboratorium juga akan memeriksa zat-zat lain, seperti Lactate dehydrogenase (LDH). Limfoma menyebabkan tingkat LDH yang tinggi.

Sinar X untuk dada: Anda perlu menjalani sinar X untuk memeriksa kelenjar getah bening yang bengkak atau tanda-tanda penyakit lain di dada Anda.

Biopsi: Dokter akan mengambil jaringan untuk mencari sel-sel limfoma. Biopsi adalah satu-satunya cara terbaik untuk mendiagnosis limfoma. Dokter bisa mengangkat seluruh kelenjar getah bening (biopsi eksisi) atau hanya sebagian kelenjar getah bening (biopsi insisional). Dokter patologi akan memeriksa jaringan sel-sel limfoma dengan menggunakan mikroskop.

Selasa, 27 Juli 2010

LIMFOMA


Limfoma malignum atau istilah medisnya Non Hodgkin Lymphoma (NHL), adalah kanker ganas yang terdiri atas sel darah putih ganas yang menyebabkan pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening disekujur tubuh : leher, ketiak, lipat paha, mesenterium/jaringan lemak perut, para cardial dikanan-kiri jantung, dst. Kenapa kelenjar getah bening membengkak?

Kelenjar getah bening ibarat pabrik yang membuat sel-sel darah putih. Dari germinal center akan terbentuk sel limfosit muda yang disebut limfoblast, makin matang bergerak ketepi menjadi limfosit matur. Limfosit ada yang T-limfosit ada B-limfosit.

T-limfosit akan ’sekolah’ dulu di kelenjar thymus, untuk mengenali segala sesuatu tentang cara melawan bakteri, kuman, virus, jamur, dll yang memasuki tubuh kita. Sedangkan B-limfosit akan khusus menangani hal/kejadian berkaitan dengan imunitas. Limfoit-B berasal dari imunoblast yang kemudian akan berkembang menjadi sel plasma.

Dalam keadaan normal sel-sel darah: sel darah merah, sel darah putih dan trombosit akan berkembang dari muda/imatur menjadi matang/matur didalam sumsum tulang. Begitu sel darah menjadi matur, akan segera keluar dari sumsum tulang dan ikut aliran darah keseluruh tubuh. Jadi bila ditemukan sel-sel darah imatur, yang masih muda dan belum matang didalam aliran darah tepi, maka hal ini dikatagorikan abnormal/patologis dan patut dilacak lebih jauh..

Apabila sel darah putih imatur (limfoblast) tidak berkembang menjadi sel darah putih matur, berarti maturasi sel darah putih terhenti sampai disana (maturation arrest), dan tidak akan pernah menjadi matur. Maka limfoblast seperti ini akan bersifat ganas, dan sel-sel ganas akan membelah diri tidak terkendali sehingga mendominasi populasi sel darah didalam tubuh kita. Keseimbangan populasi antara sel darah merah, sel darah putih dan trombosit menjadi terganggu. Inilah awal terjadinya kanker sel darah…

Dampak dari proliferasi sel darah putih yang tidak terkendali, sel darah merah akan terdesak, jumlah sel eritrosit menurun dibawah normal yang disebut anemia. Selain itu populasi limfoblast yang sangat tinggi juga akan menekan jumlah sel trombosit dibawah normal yang disebut trombopenia. Bila kedua keadaan terjadi bersamaan, hal itu akan disebut bisitopenia yang menjadi salah satu tanda kanker darah…

Secara kasat mata penderita tampak pucat, badan seringkali hangat dan merasa lemah tidak berdaya, selera makan hilang, berat badan menurun disertai pembengkakan seluruh kelenjar getah bening : leher, ketiak, lipat paha, dll.

Penyebabnya apa? Umumnya pada penyakit kankerhampir selalu disertai oleh susunan dan jumlah khromosom yang tidak normal. Kelainan khromosom pada limfoma dapat disebabkan oleh : infeksi virus EBV (Epstein-Barr Virus) dan bahan kimia dari pollutant, makanan dan minuman.

Paparan bahan kimia pada saat ini agak sulit untuk dihindari, karena berkaitan dengan life style atau gaya hidup modern saat ini. Jadi industrialisasi dan modernisasi ibarat pisau bermata dua : satu sisi menguntungkan/mempermudah hidup dan satu sisi lainnya merugikan yaitu munculnya berbagai kanker yang sampai saat ini masih sulit ditanggulangi..

Kemajuan teknologi akan membawa serta dampak negatif bagi seluruh isi planet dunia dimana kita hidup, tidak terbatas pada manusia tetapi juga tanaman dan binatang.. So, think twice and be wise in applying technology…

And last but not least, pikiran yang tidak tenang/stressful, kemarahan yang meledak-ledak, kesedihan yang teramat dalam, dengki dan irihati semua itu akan memicu secara tidak langsung terjadinya kanker melalui neurotransmitter yang dikeluarkan pada setiap prilaku yang negatif tersebut..

Jadi, berpikir positif akan selalu menguntungkan kita baik dari segi sosial maupun kesehatan pribadi kita masing-masing… "Be a positive thinker."

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:f-CvFwTplhgJ:www.sukmamerati.com/limfoma-kanker-kelenjar-getah-bening-tersering-pada-usia-produktif+kanker+limfoma&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a